Valorant: CSGO Killer?

Valorant pertama kali muncul ke permukaan sebagai “Project A” pada Oktober 2019 lalu. Game ini menjadi salah satu dari banyak game baru yang akan dirilis Riot Games setelah 10 tahun hanya fokus mengerjakan satu game saja.

Closed Beta dihadirkan pada April 2020 dan pada 2 Juni 2020, Valorant dirilis untuk publik.

Game ini mengambil gun-gameplay solid dari Counter Strike dan memadukannya dengan hero shooter ala Overwatch/Team Fortress 2. Hasilnya? Game yang terasa familiar, tapi juga baru di waktu yang sama.

Sejak awal, Riot Games sadar bahwa game macam Valorant tidak selalu butuh grafik super tinggi ataupun kosmetik-kosmetik mewah. Mereka memilih menggunakan Unreal Engine 4 akan bisa lebih fokus pada performance dan gameplay dari Valorant itu sendiri.

Tim dibalik Valorant menjanjikan bahwa 70% dari player mereka akan selalu mendapatkan ping dibawah 35 ms, dimana pun mereka berada (dengan koneksi internet yang stabil). Untuk mengatasi cheater, Riot Games menghadirkan Riot Vanguard, anti-cheat yang berjalan di level kernel yang walaupun kontroversial tapi terbukti cukup ampuh menahan laju cheater di game.

Saya membahas Valorant dari sudut pandang seorang pemain kasual yang mencoba terlalu banyak game FPS selama 5 tahun terakhir. Apakah Valorant bakal jadi “CSGO Killer”? Apakah game ini memiliki apa yang dimiliki untuk jadi The-Next Big eSport?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *